
Memperkuat Sinergi K3: ARAI Sumsel, Komitmen Dukung Pemerintah di Sektor Pekerjaan Ketinggian
PALEMBANG, 30 Desember 2025 – Upaya penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) di Sumatera Selatan terus mengalami akselerasi. Dalam forum diskusi strategis
yang dihadiri oleh berbagai praktisi,akademisi, asosiasi k3 , KSPSI. Asosiasi Rope Access
Indonesia (ARAI) Pengurus Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam
mendukung program dan kegiatan pemerintah, khususnya pada sektor pekerjaan di
ketinggian dimana angka kecelakaan pekerjaan di ketinggian meningkat.
Diskusi berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan, H. Indra Bangsawan, S.H.,
M.M. Diskusi ini menjadi wadah konsolidasi antara regulator, akademisi, dan praktisi untuk
merumuskan langkah konkret implementasi K3 yang lebih rigid di Sumatera Selatan.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi ruang bedah materi
teknis. Kehadiran tokoh nasional di bidang kesehatan kerja, Prof. Tan Malaka, dr., MOH,
Dr.PH, SpOk, memberikan bobot saintifik tersendiri. Beliau menekankan bahwa K3 bukan
sekadar pemenuhan regulasi, melainkan investasi pada sumber daya manusia yang tak
ternilai harganya.
Selain itu, diskusi ini juga diperkaya oleh pandangan dari para praktisi K3, Kesehatan,
serta Asosiasi K3 Konstruksi , yang menyoroti tantangan riil di lapangan, mulai dari
standarisasi alat pelindung diri hingga sertifikasi keahlian personel sesuai regulasi yang
berlaku.
Sebagai organisasi yang bergerak pada bidang ketinggian, ARAI Pengprov Sumsel
menyatakan kesiapannya untuk bersinergi penuh dengan kebijakan pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, ARAI Sumsel menyampaikan bahwa sektor pekerjaan ketinggian
memiliki risiko fatality yang sangat tinggi, sehingga diperlukan standarisasi prosedur yang
ketat.
“Kami di ARAI Sumsel berkomitmen penuh dalam mendukung pemerintah, dalam upaya
keselamatan dan kesehatan kerja. Sejalan dengan program ARAI , adalah memastikan
setiap aktivitas di bidang ketinggian dilakukan dengan standar dan Aman , Indonesia
sudah ada regulasi permenaker 9 tahun 2016″ ungkap perwakilan ARAI Sumsel.
Kadisnakertrans Sumsel, H. Indra Bangsawan, S.H., M.M., menyambut baik komitmen
dan inisiatif dari ARAI. “Sinergi antara pemerintah, pakar seperti Prof. Tan Malaka,
akademisi UNSRI, praktisi, dan asosiasi teknis seperti ARAI adalah kunci. Kami sangat
mengapresiasi dukungan ARAI Sumsel dalam upaya menjaga keselamatan tenaga kerja di
bidang ketinggian. Masukan ini akan kami jadikan dasar penguatan pengawasan
ketenagakerjaan di Sumatera Selatan,” pungkas H. Indra Bangsawan.



